Rabu, 16 Januari 2013

Cek Mitos dan Fakta Sebelum Menikmati Kopi (II)


Kopi selalu identik dengan kafein yang dianggap membahayakan kesehatan. Beberapa mitos terus bergulir mengenai dampak negatif kopi. Pada ibu hamil dan wanita menyusui misalnya, kopi merupakan larangan keras.
Sementara itu, penelitian dari Oslo University justru menyatakan kebaikan kopi sebagai painkiller atau penghilang rasa sakit. Penelitian lain soal manfaat kopi juga diungkap tim peneliti McGill University, Montreal, yang menyatakan bahwa kopi memiliki segudang antioksidan yang memberikan perlindungan otak dari kepikunan. Agar tidak salah menikmati kopi, berikut fakta tentang kopi yang wajib Anda tahu.
Mitos: Kopi membuat sulit tidur
Fakta: Khasiat kafein sebagai penangkal kantuk akan hilang dalam empat hingga lima jam setelah Anda mengonsumsinya. "Sekitar satu jam setelah meminum kopi, Anda akan merasakan efek maksimalnya," kata Andrea Giancoli, seorang ahli diet dari Academy of Nutrition and Dietetics. Jadi, jika ingin tetap dapat tidur dengan nyenyak atau sebaliknya, tetap terjaga saat harus menyelesaikan tugas, perhatikan "jam kerja" kopi tersebut.
Mitos: Kopi menimbulkan perasaan gelisah
Fakta: Kafein adalah stimulan yang membuat kita lebih waspada untuk sementara waktu, namun pengaruh ini juga tidak sama pada setiap individu. Ini karena kecepatan tubuh dalam menerima rangsangan kafein berbeda-beda. Pada beberapa orang, kopi juga dapat menimbulkan perasaan gelisah. Efek yang sama juga disebabkan oleh soda dan teh, yang artinya tubuh sensitif terhadap bahan tersebut.
Mitos: Kopi sebabkan osteoporosis
Fakta: Kopi sama sekali tidak menyebabkan berkurangnya kepadatan tulang. Hanya saja, saat Anda mengonsumsi susu, bersamaan dengan kopi, zat pada kopi akan mempersulit penyerapan kalsium ke dalam tulang. Bagi mereka yang berusia lanjut, sebaiknya tetap memberi suplai susu tinggi kalsium untuk tubuh dan mengurangi konsumsi kopi, rokok, serta minuman beralkohol.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar