Jumat, 11 Januari 2013

Profesi Astronot Lebih Cepat Pikun?


Berkurangnya kemampuan kognisi seseorang nyatanya tidak saja dipengaruhi oleh pertambahan dan kurangnya nutrisi tubuh. Profesi pun turut menentukan risiko kepikunan. Dan astronot masuk dalam daftar profesi penyebab pikun.
Sebuah studi baru menunjukkan jika radiasi di ruang angkasa dapat membahayakan otak para astronot ini hingga mempercepat berkembangnya kepikunan. Para ahli melakukan penelitiannya pada tikus. Mereka memberikan sinar radiasi dan kejutan-kejutan listrik pada tikus percobaan ini. Hasil screening dari otak tikus menunjukkan tanda-tanda peradangan pada pembuluh darah. Tikus ini juga memiliki tingkat beta amyliod tinggi, protein yang terakumulasi sebagai salah satu penyebab pikun.
Penulis studi, Kerry O’Banion yang juga ahli saraf di University of Rochester Medical Center mengatakan, "Untuk pertama kalinya penelitian ini menunjukkan bahwa paparan tingkat radiasi, ke Mars misalnya, bisa memberikan dampak pada masalah kognitif dan mempercepat perubahan pada otak yang berhubungan dengan kepikunan."
Dikutip Huffingtonpost, kegiatan jelajah luar angkasa yang dilakukan para astronot sangat memungkinkan mereka dihujani oleh partikel berbahaya. Ini yang akan mengembangkan neurodegeneration, khususnya proses biologis otak yang dikaitkan dengan penurunan fokus dan fungsi otak.
Pada penelitian sebelumnya, NASA juga telah mempelajari kemungkinan apa yang dapat ditimbulkan dari perjalanan ke luar angkasa. Mereka menganalisa dampak potensial radiasi ini pada risiko serangan kanker dan masalah tubuh yang berkaitan dengan kardiovaskular.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar