Selasa, 08 Januari 2013

Kedipan Mata, Deteksi Lelah dan Kebohongan


Pernah menghitung berapa sering Anda mengedipkan mata setiap hari? Yang jelas manusia menghabiskan 10 persen di luar waktu tidurnya dengan mata tertutup. Gerakan berkedip ini bukan untuk menjaga hidrasi mata, tapi menandakan bahwa otak Anda membutuhkan istirahat.
Dilansir Daily Mail, sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan menunjukkan bahwa otak manusia menggunakan waktu singkat saat mata berkedip untuk menurunkan fungsinya. Seorang peneliti dari Osaka University, Jepang menemukan bahwa otak hanya membutuhkan waktu hanya dalam hitungan detik untuk membangun kembali konsentrasi setelah berkedip.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academies of Science ini mempelajari hasil skrining otak pada 20 anak muda saat mereka menyaksikan potongan film komedi.
Ketika subyek berkedip, para peneliti mendeteksi momen tersebut dalam korteks visual dan korteks somatosensori otak. Keduanya terlibat dengan pengolahan rangsangan visual di daerah yang mengatur perhatian atau konsentrasi.
Pada penelitian terpisah, para ahli juga menemukan bahwa kedipan mata juga merupakan indikasi untuk menunjukkan kebohongan. Saat berbohong orang cenderung untuk tidak berkedip, namun beberapa saat setelah berbohong, mereka akan berkedip lebih sering.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar